CERAMAH. Ustadz Soleh Al Jufri saat berceramah. ----------

MAGELANG - Pagi itu, Selasa (19/8/2025), layar TV10 menampilkan sosok Ustadz Soleh Al Jufri. Suaranya tenang, wajahnya teduh. 

Udara Magelang yang sejuk terasa menyatu dengan irama ceramahnya.

Bukan politik yang ia angkat. Bukan pula ekonomi atau urusan negara. Justru tema sederhana: curhat. Sederhana, tapi dekat dengan keseharian.

“Curhat itu bukan sekadar mencari teman bicara,” ucapnya.

“Curhat itu mencari arah.”

Banyak orang ketika curhat hanya ingin mencari pembenaran. 

Padahal, Ustadz Soleh mengingatkan: orang yang diajak musyawarah justru sebaiknya berbeda pendapat.

Kalau sama, malah jadi penguat uneg-uneg. Bukan penuntun jalan keluar.

Orang yang Tepat untuk Curhat

Menurut Ustadz Soleh, ilmu saja tidak cukup. Pengalaman hidup juga penting.

“Kalau hanya teori, jawabannya biasanya ideal. Tapi belum tentu cocok saat diterapkan di masyarakat,” jelasnya.

Syarat berikutnya: cari sosok yang shalih. Yang baik dengan Allah sekaligus baik dengan sesama manusia. 

Ada yang rajin ibadah, tapi buruk akhlaknya. Ada yang ramah pada manusia, tapi abai pada ibadah. Keduanya belum pas.

Satu kalimatnya singkat, tapi menggelitik:

“Orang yang suka basa-basi, tidak pas dijadikan tempat curhat.”

Kalau Jadi Tempat Curhat

Tidak hanya memilih tempat curhat, Ustadz Soleh juga mengingatkan adab ketika menjadi pendengar.

Pertama, amanah. Rahasia harus dijaga.

Kedua, berani mengakui tidak tahu.

“Mengatakan tidak tahu, itu sebagian dari ilmu,” tuturnya.

Ketiga, jawab dengan tenang, tegas, tidak emosional. Bila tidak mampu, arahkan ke orang yang lebih ahli.

“Menjawab pertanyaan saja sudah berfatwa,” pesannya.

Renungan Sejenak

Pesan-pesan pagi itu mengingatkan bahwa hidup butuh “teman duduk” yang tepat. Tidak hanya dalam curhat, tapi juga dalam pilihan sederhana sehari-hari.

Seperti Wedang Kraton. Minuman rempah asli Magelang yang selalu hangat diseruput. Perpaduan jahe, dan rempah pilihan menjadikan tubuh lebih bugar.

Bayangkan suasana rumah di Magelang. Udara dingin menyapa, ceramah Ustadz Soleh terdengar dari layar TV, sementara di meja ada segelas Wedang Kraton. Hangatnya menenangkan, nasihatnya menguatkan.

Wedang bukan hanya minuman. Wedang adalah cerita. Tentang tradisi, kesehatan, dan kebersamaan.

Curhat Mencari Penuntun Jalan

Dari tausiah singkat itu, tersirat pesan: curhat bukan soal melampiaskan isi hati, tapi mencari penuntun jalan.

Nasihat yang benar bisa jadi cahaya. Nasihat yang keliru justru menambah beban.

Begitu juga hidup, harus pandai memilih: kepada siapa berbagi cerita, dan apa yang diminum untuk menemani perjalanan.

Untuk hati yang resah: carilah nasihat yang tepat.

Untuk tubuh yang letih: seruputlah Wedang Kraton.

Keduanya sama-sama menenangkan. (wedangkraton)