----------
MAGELANG - Di tengah hiruk pikuk dunia yang penuh dengan persaingan status sosial, jabatan, dan gelar akademik, Ustadz Adi Hidayat mengingatkan umat agar tidak silau pada pencapaian yang fana.
Dalam sebuah ceramah yang tayang di kanal YouTube Adi Hidayat Official, ia mengajak jamaah menengok kembali hakikat hidup: dunia hanyalah sementara, akhiratlah tujuan sejati.
“Di dunia ada istilah kaya, miskin, pejabat, atau rakyat biasa. Tapi ketika meninggal, semua sama disebut almarhum,” tuturnya yang dilansir pada Jumat 22 Agustus 2025.
Pesan sederhana namun dalam itu mengingatkan bahwa segala gelar dan perbedaan duniawi akan sirna di hadapan kematian.
Menurut Ustadz Adi, manusia sering kali terjebak mengagungkan pencapaian dunia. Padahal, baik yang beriman maupun yang tidak, sama-sama mampu menorehkan prestasi akademik atau karier.
"Perlombaan sejati bukan di dunia, tapi mempersiapkan kehidupan abadi,” katanya.
Ia mengutip teladan Abbas, paman Nabi Muhammad SAW, yang meski sibuk berdagang tetap memikirkan investasi akhirat melalui anaknya, Abdullah bin Abbas.
Sang anak sejak kecil mendampingi Nabi, belajar darinya, hingga menjadi salah satu perawi hadis terkemuka. Jika Abbas hafal 200 hadis, maka Abdullah meriwayatkan 2.000 hadis.
Bagi Ustadz Adi, kebahagiaan terbesar orang tua bukanlah ketika melihat anak lulus S1, S2, atau meraih jabatan tinggi, melainkan saat menyaksikan anaknya dekat dengan Al-Qur’an.
"Tidak ada yang paling indah kecuali ketika ayah pulang ke rumah lalu melihat anak kecilnya membaca ayat Qur’an, bahkan ayat yang belum dihafal sang ayah,” ujarnya.
Ia menekankan, investasi spiritual yang ditanamkan orang tua akan terus mengalir pahalanya.
Setiap hadis yang diriwayatkan Abdullah bin Abbas, doa yang dipanjatkan tidak hanya untuk dirinya, tapi juga untuk orang tuanya.
Karena itulah doa sahabat untuknya berbunyi radhiyallahu ‘anhuma—semoga Allah meridhai dia dan kedua orang tuanya.
Ceramah itu ditutup dengan pesan agar umat tidak terlena oleh kebanggaan dunia yang hanya sementara.
“Dunia itu fana. Amal, ilmu, dan doa anak saleh itulah kebanggaan sejati orang tua di akhirat,” kata Ustadz Adi.
Pesan ini menjadi pengingat bahwa di balik kesibukan duniawi, setiap orang tua memikul tanggung jawab abadi: memastikan ada cahaya Al-Qur’an dalam keluarganya, agar kelak di akhirat ada kebanggaan yang tidak pernah sirna. (wedangkraton)