ISTIQOMAH. Ceramah KH Nurul Huda di Masjid Istiqomah Grogolan, Jambewangi, Secang, Magelang, Sabtu malam 20 September 2025.
----------

MAGELANG - Malam Ahad Legi bulan lalu, suasana pengajian di Masjid Istiqomah, Grogolan, Jambewangi, Secang, Magelang terasa istimewa. 

Malam itu bertepatan dengan malam 17 Agustus 2025. HUT ke-80 Kemerdekaan RI. Temanya pun tak jauh dari soal kemerdekaan.


Malam Ahad Legi berikutnya berbeda. Tanggal 19 September 2025. Tepat 35 hari setelahnya. Selapan. Pengajian selapanan.

Kali ini, KH Nurul Huda bicara hal lain. Lebih dekat dengan hati. Diantaranya soal istighfar, yang disampaikan jelang akhir pengajian. Sekitar pukul 21.15 WIB. Injury time. 15 menitan lagi usai pengajian. Tausiahnya satu jam.

Jelang akhir itu, beliau menukil dari sabda nabi, yang artinya: “Istighfar itu memakan dosa-dosa sebagaimana api melahap kayu bakar yang kering.”

Dinyatakan, api ketika membakar kayu yang masih basah, akan cepat lama habisnya dibanding dengan membakar kayu yang kering.

“Geni nek mbakar kayu sing teles suwi. Nek mbakar sing garing cepet.”

Dosa pun sama. Kalau dibakar dengan istighfar, cepat bersih. Tidak sempat menumpuk.

“Kapan katah istighfar, bisa mbusek keluputan utawa dosa kanthi cepet.”

Habis salat, jangan langsung bubar. Nabi Muhammad saja—padahal beliau ma’shum, terjaga dari dosa—masih beristighfar lebih dari 70 kali. Bahkan sampai 100 kali dalam sehari semalam.

Kalau Nabi yang suci saja masih beristighfar, apalagi kita.

“Habis salat diperbanyak baca istighfar. Saget mbusek keluputan.”

Diterangkannya, disamping itu, istighfar bukan hanya soal dosa. Ada bonus lain. Yaitu rezeki.

“Akehe maca istighfar bisa menarik rezeki,” tandas Kiai dari Ngeletoh, Payaman ini.

Ingin rezeki lancar? Jangan hanya kerja keras: bersihkan diri dengan istighfar.

Sebab, hati yang bersih lebih mudah menerima berkah. Mendapat rezeki.

"Barangsiapa yang melazimkan (membiasakan) membaca istighfar, Allah akan menjadikan baginya jalan keluar dari setiap kesusahan, dan solusi dari setiap kesempitan, dan memberikan kepadanya rezeki dari arah yang tidak disangka-sangka." (HR Abu Dawud, An-Nasa'i, Ibnu Majah, & Al-Hakim).

Ada pertanyaan begini. Bagaimana dengan orang yang tidak salat tapi kaya?

“Itu istidraj,” jawab KH Nurul Huda.

Istidraj: kaya tapi hanya jebakan. Dinikmati sebentar. Di akhirat menjadi penyesalan.

JAMAAH. Sebagian jamaah pengajian selapanan malam Ahad Legi di Dusun Grogolan, Jambewangi, Secang, 20 September 2025.
----------

Istidraj adalah kenikmatan duniawi yang diberikan Allah kepada orang yang terus-menerus bermaksiat dan jauh dari-Nya, bukan sebagai tanda kasih sayang, melainkan sebagai bentuk azab yang ditunda-tunda secara halus. 

Orang yang terkena istidraj akan merasa nyaman dalam kemaksiatan, tidak merasa bersalah, dan semakin terlena, hingga akhirnya Allah mencabut kenikmatan tersebut secara tiba-tiba di akhir hayat, yang menyebabkan penyesalan dan kesengsaraan yang terlambat. 

Kenapa orang yang tidak taat juga diberi rezeki oleh Allah? Itu karena sifatnya Allah. Yang punya juga sifat Rahman.

Rahman artinya di dunia semua orang tetap diberi. Taat atau tidak. 

Rahim artinya di akhirat, kasih sayang hanya untuk hamba yang taat.


Istighfar juga baik dibaca sebelum tidur. Syukur bisa membaca Sayyidul Istighfar: penghulu dari semua istighfar atau doa permohonan ampun yang paling utama. Mbahnya istighfar.

Bacaan Syayidul Istighfar sebagai berikut:


Keutamaannya luar biasa. Nabi Muhammad bersabda:

“Barangsiapa membaca Sayyidul Istighfar di siang hari dengan penuh keyakinan lalu meninggal sebelum malam, maka ia termasuk penghuni surga. Dan barangsiapa membacanya di malam hari dengan penuh keyakinan lalu meninggal sebelum pagi, maka ia termasuk penghuni surga.” (HR. Bukhari).

KH Nurul Huda menambahkan dzikir sebelum tidur, kalau perlu baca Subhanallah 33, Alhamdulillah 33, Allahu Akbar 33. 

Lalu membaca Al-Ikhlas, Al-Falaq, An-Nas, dan Ayat Kursi.

“Tileme sekeco, tangine sekeco, tangine enteng.”

Kita mungkin sering sibuk mencari kunci sukses. Ikut seminar. Baca buku motivasi. Gonta-ganti strategi kerja. Padahal kunci itu bisa jadi ada di zikir paling sederhana: istigfar.

Istighfar. Api yang melalap kayu kering. Dosa cepat habis. Dan siapa tahu, rezeki pun ikut deras mengalir. (wedangkraton)